Ibcqq

Ini kata Golkar soal poros baru Yusril lawan Ahok di Pilgub DKI

Ini kata Golkar soal poros baru Yusril lawan Ahok di Pilgub DKI
Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Agung Laksono berpendapat, majunya Yusril Ihza Mahendra yang mendeklarasikan diri didukung beberapa partai Islam sebagai bentuk cara bersaing dengan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Agung menilai hal itu wajar saja sepanjang tak melanggar aturan yang ada.

"Itu tentu saja berbagai cara yang dilakukan kompetitor Pak Ahok, sah saja sepanjang sesuai aturan yang ada," kata Agung selepas melaksanakan salat Idul Adha 1437 H di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Senin (12/9).

Meski demikian dia mengatakan bukan berarti dirinya tak mendukung Ahok yang telah diusung oleh partainya.

"Namun demikian tidak mengurangi sedikit pun dukungan kami kepada Pak Ahok sebagai gubernur hanya, sebaiknya kita menggunakan menjunjung tinggi kemajemukan, kebangsaan tidak dikaitkan dengan SARA," jelas Agung.

Politikus Golkar ini mencium pecahnya suara dari koalisi kekeluargaan menjadi indikasi kegamangan kompetitor Ahok sebagai saingannya. Koalisi kekeluargaan dianggap tidak pede dan tak solid dalam mengusung calon untuk menjadi lawan Ahok di Pilgub DKI.

"Ini menunjukkan kegalauan kurang percaya dan pede, termasuk pendukungnya tidak menemukan sosok untuk bersaing dengan Ahok, kita lihat ini, mereka selalu gonta-ganti karena ragu-ragu," terang Agung.

"Apa yang kami lakukan obyektifitas, kalau dengan cara menjantuhkan orang lain, kan bukan dasar prestasi orang yang diusung, makanya gonta-ganti, kita khawatir keburu habis," sambungnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Akbar Tanjung menilai, Yusril berhak mengajukan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Menurut Akbar, Yusril memiliki pengalaman dalam menduduki jabatan-jabatan di pemerintahan. Terlebih Jakarta merupakan Ibu Kota yang pendukungnya beragam.

"Kalau kaitannya sama Pilkada baik itu Pilgub kan memang haknya, kalau seseorang terpanggil untuk mengabdikan diri, seperti Pak Yusril," kata Akbar.

Akbar melanjutkan, Yusril boleh-boleh saja maju sebagai calon gubernur DKI dan bersaing dengan Ahok. Namun tak ada salahnya pula bila ada calon lain yang lebih muda untuk mengisi kursi nomor 1 DKI.

"Kalau saat ini dia kembali terpanggil ya silahkan saja. Tapi kalau pengabdiannya merasa cukup ya dia berikan ke calon-calon yang lain," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra mengaku saat ini kekuatan baru parpol sedang dibentuk untuk mengusung dirinya di Pilgub DKI. Kekuatan baru itu disebut sebagai poros baru yang terdiri dari Partai Demokrat, PAN, PPP dan PKB.

Menurut Yusril, Susilo Bambang Yudhoyono dan sesepuh PAN, Amien Rais sampai turun tangan untuk merealisasikan poros baru tersebut. Yusril pun siap menghadapi petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub DKI.

"Kalau sudah diputuskan insya Allah. Kami sudah berhitung betul, melakukan kalkulasi politik secara matang, andai kata head to head dengan petahana kami jalani. Tapi andaikata 3 pasang, ada satu pasang lagi dari Gerindra dan PKS, pun akan kami hadapi," ujar Yusril di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9).

Menurut Yusril, sampai saat ini peta politik di Pilgub DKI masih sangat mungkin berubah terutama soal PDIP. Bisa jadi nantinya partai besutan Megawati Soekarnoputri itu akan mengusung calonnya sendiri
Share on Google Plus

About transmedia

    Blogger Comment
    Facebook Comment