Ibcqq

Manuver Agus Yudhoyono dan janji tak tiru gaya politik SBY

Manuver Agus Yudhoyono dan janji tak tiru gaya politik SBY
Agus Harimurti Yudhoyono nekat mengambil keputusan keluar dari kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan memilih memasuki dunia politik. Manuvernya ini banyak disayangkan. Apalagi karir militernya dinilai potensial di masa depan.

Agus memilih maju dalam ajang Pilgub DKI 2017. Dia berpasangan dengan Slyviana, bekas birokrat di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Keputusan itu diambil setelah mendapat tawaran empat partai, yakni Partai Demokrat, PAN, PPP dan PKB.

Keputusan itu diambil ketika dirinya tengah menjalankan tugas di Darwin, Australia. Apalagi Agus langsung dihubungi Presiden ke 6 sekaligus ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kala itu, tawaran tersebut menjadi pilihan sulit bagi dirinya.

Keputusan sulit itu mengingat waktu pendaftaran bakal calon gubernur (cagub) DKI Jakarta tinggal satu hari lagi. "Tapi untungnya kami sebagai prajurit terbiasa menghadapi situasi yang genting, enggak banyak waktu mengambil keputusan. Dalam sempitnya waktu izinkan saya berpikir, dan saya tutup telepon," kata Agus, Senin (3/10) kemarin

Pilihan majunya Agus sebagai bakal cagub membuat banyak pihak terkejut. Namanya langsung melambung kala itu. Dengan segudang prestasi tentu membuatnya makin pede melenggang daftarkan diri bersama Sylvi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pada 23 September 2016 lalu.

Tentu menjadi tanda tanya besar. Pengalamannya di dunia politik bisa terbilang baru. Apalagi selama hidupnya dia selalu berkecimpung dalam gemblengan militer. Namun, Agus tetap yakin atas pilihannya. Dia merasa tenang lantaran punya mentor politik, yakni sang ayah.

"Saya bersyukur mempunyai orang tua sekaligus mentor sekelas beliau (SBY). Saya harus benar-benar bisa belajar dengan beliau yang sudah memimpin bangsa ini selama 10 tahun (presiden dua periode)," ujarnya

Meski mendapat ajaran politik dari sang ayah, Agus menegaskan enggan meniru seluruh gayanya. Dia berjanji menampilkan gaya politik tersendiri dan berbeda dengan SBY. "SBY ya SBY, AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) ya AHY. Saya punya karakter sendiri," ungkapnya.

Agus menambahkan, pengalamannya sebagai Danyonif Mekanis 203/Arya Kemuning dapat dijadikan modal dalam mengarungi dunia politik. Meski dunia militer dan politik berbeda, namun ada satu kesamaan bisa diambilnya untuk berpolitik.

"Saya bersyukur 16 tahun digembleng di lembah kawah candradimuka. Itu menjadikan saya perwira yang tough. Artinya pengalaman memang tidak persis sama. TNI mengajarkan saya untuk mengimplementasikan leadership," terangnya. Maka dari itu, Agus menolak apabila dianggap buta di dunia politik

Sementara itu, Sekjen PPP Arsul Sani mengakui strategi politik dijalankan Agus memang sengaja menyimpan. Arsul bahkan mengibaratkan Agus bak petinju legendaris Muhammad Ali dalam berlaga di ring tinju.

Muhammad Ali, kata Arsul, dikenal sebagai petinju tak bertubi-tubi melepaskan pukulan ke lawan. Namun, sekali melepas pukulan meluncur dalam waktu tepat dan dapat mendapatkan poin.

"(Agus) kayak Muhammad Ali lah, menunggu dulu, baru tinju di momen yang pas," kata Arsul, kemarin.

Meski demikian, Arsul tetap berharap Agus dan Sylviana juga menyontek strategi diterapkan SBY ketika memenangkan Pilpres 2004 silam. "Saya membayangkan upaya pemenangan Agus-Sylviana kira-kira akan meng-copy kayak Pak SBY 2004," jelasnya
Share on Google Plus

About transmedia

    Blogger Comment
    Facebook Comment