Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
mendukung penuh gerakan anti hoax sebagai bagian dari tanggung jawab
bersama agar tercipta suasana kebangsaan yang harmonis dan kondusif.
Menurut Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini,
semua pihak harus merasa bertanggung jawab menyebarkan informasi yang
benar dengan cara selektif sejak menerima, mencerna, hingga menyebarkan
informasi jika informasi itu layak disebarkan.
"Penyebaran berita bohong dan fitnah jelas tidak dapat dibenarkan baik
dalam standar etika bernegara apalagi etika beragama. Bahkan dalam
ajaran Islam misalnya, jelas perintahnya, jika tidak bisa berkata baik
lebih baik diam. Jika datang berita (yang diragukan) maka lakukan
klarifikasi," kata Jazuli melalui pesan singkat, Rabu (11/1/2017).
Jazuli mengatakan berita bohong atau fitnah sungguh merugikan kehidupan
berbangsa dan bernegara karena dampaknya bisa menyesatkan, mengadu
domba, bahkan tak kurang bisa menyebabkan konflik di antara anak bangsa.
"Fraksi PKS mendukung penuh semangat dan gerakan ini tanpa basa-basi.
Artinya mari semua pihak jujur dan komitmen mewujudkannya, tidak hanya
elemen masyarakat tapi juga pemerintah dan lembaga-lembaga negara," kata
Jazuli.
Untuk itu, Jazuli berharap kredibilitas sumber informasi, yaitu
pemerintah dan lembaga-lembaga negara, terkait kebijakan yang diambil
semakin ditingkatkan.
Kebijakan harus jelas, akuntabel, tidak simpang siur, tidak
multiinterpretasi yang akhirnya memancing berita-berita liar dan tidak
benar.
"Apapun alasannya penyebaran berita bohong dan fitnah tidak dapat
dibenarkan, apalagi jika itu dilakukan dengan sengaja untuk memperkeruh
keadaan. Stop hoax! Mari kita tunjukkan jati diri kita sebagai bangsa
yang berakhlak dan bertanggung jawab. Buktikan bahwa kita melaksanakan
Pancasila yang pasti mengajarkan moralitas berbangsa dan anti kebohongan
alias hoax," ujar anggota Komisi I DPR itu.

Blogger Comment
Facebook Comment