
Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menggeledah dua rumah milik dua terduga teroris bernama Winarno dan Murjianto di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, hari ini. Kedua rumah yang saling berdekatan tersebut terletak di Dusun Punden, Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono.
Menurut informasi yang beredar sebelum penggeledahan, Densus 88 telah menangkap keduanya di jalan Dusun Minggiran, Banyudono, pada Kamis kemarin. Kedua tersangka diduga terlibat sebagai tim logistik dalam jaringan Neo-Jemaah Islamiyah (JI).
"Penggeledahan dilakukan tim dari Densus 88 dan aparat Brimob. Kami dari jajaran Polres Boyolali hanya membantu pengamanan dan kelancaran kegiatan. Ada 2 orang yang ditangkap Kamis kemarin atas nama Winarno dan Murjianto," ujar Kapolres Boyolali, AKBP M Agung Suyono, Jumat (3/2).
Agung menyebut, kedua terduga teroris sudah menjadi target dari Densus 88. Mereka berperannya sebagai tim logistik dari jaringan Neo Jemaah Islamiyah. Hingga pukul 17.00, penggeledahan masih berjalan di rumah Winarno untuk mengetahui apakah ada bahan peledak ataupun senjata api di rumah keduanya.
"Peran keduanya sebagai pemegang sarana dan prasarana atau tim logistik dari jaringan Neo JI sangat fital. Polisi perlu melakukan penggeledahan, apakah ada bahan peledak atau senjata api lainnya atau tidak," jelasnya. [lia]
Menurut informasi yang beredar sebelum penggeledahan, Densus 88 telah menangkap keduanya di jalan Dusun Minggiran, Banyudono, pada Kamis kemarin. Kedua tersangka diduga terlibat sebagai tim logistik dalam jaringan Neo-Jemaah Islamiyah (JI).
"Penggeledahan dilakukan tim dari Densus 88 dan aparat Brimob. Kami dari jajaran Polres Boyolali hanya membantu pengamanan dan kelancaran kegiatan. Ada 2 orang yang ditangkap Kamis kemarin atas nama Winarno dan Murjianto," ujar Kapolres Boyolali, AKBP M Agung Suyono, Jumat (3/2).
Agung menyebut, kedua terduga teroris sudah menjadi target dari Densus 88. Mereka berperannya sebagai tim logistik dari jaringan Neo Jemaah Islamiyah. Hingga pukul 17.00, penggeledahan masih berjalan di rumah Winarno untuk mengetahui apakah ada bahan peledak ataupun senjata api di rumah keduanya.
"Peran keduanya sebagai pemegang sarana dan prasarana atau tim logistik dari jaringan Neo JI sangat fital. Polisi perlu melakukan penggeledahan, apakah ada bahan peledak atau senjata api lainnya atau tidak," jelasnya. [lia]

Blogger Comment
Facebook Comment