
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, memberi kritik tajam kepada hakim federal yang membatalkan perintah eksekutifnya, terkait larangan warga dari tujuh negara mayoritas muslim masuk ke AS. Negara-negara tersebut adalah Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.
"Tak bisa dipercaya seorang hakim bisa menempatkan negara kita dalam situasi berbahaya seperti ini. Jika sampai terjadi sesuatu, salahkan dia dan sistem pengadilan. Akan ada banyak orang yang berdatangan. Buruk sekali," tulis Trump di akun media sosial Twitter saat tengah berlibur di resornya, Mar-a-Lago di Florida, seperti dilansir dari laman Independent, Senin (6/2).
Dia juga menambahkan pengadilan telah membuat pekerjaan pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri jadi bertambah sulit.
Kicauan Trump tersebut dibuat menyusul keputusan hakim federal AS, James Robart, yang membatalkan kebijakan larangan imigrasi Trump di seantero Amerika. Pembatalan sementara itu menjadi reaksi paling keras atas kebijakan larangan imigrasi Trump yang baru ditetapkan pekan lalu.
Atas pembatalan tersebut, Trump beserta Menteri Keamanan Dalam Negeri, John Kelly dan Menteri Luar Negeri, Rex Tillerson melakukan banding.
Dokumen yang dimasukan melalui pengadilan banding itu berjudul 'memerintah pelarangan dan tindak pencegahan atas perintah eksekutif 27 Januari 2017 untuk melindungi bangsa dari masuknya teroris asing ke Amerika Serikat'. Namun, pengadilan banding AS juga telah menolak gugatan tersebut. [che]

Blogger Comment
Facebook Comment